Dosaku Begitu Banyak, Akankah Aku Diampuni?
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah ﷺ. Jamaah Jum’at rahimakumullah, saya wasiatkan kepada diri saya dan Anda sekalian: bertakwalah kepada Allah.
Pernahkah di malam yang sunyi hati kita berbisik, “Dosaku begitu banyak. Akankah aku diampuni?” Rasa itu bukan tanda kita jauh dari Allah, justru tanda hati kita masih hidup.
Manusia memang tempatnya salah. Rasulullah ﷺ bersabda, setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertobat. Yang tercela bukan karena pernah salah, tetapi karena enggan kembali.
Dengarkan kabar gembira dari Allah dalam QS. Az-Zumar ayat 53: “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Perhatikan, Allah tetap memanggil mereka “hamba-hamba-Ku”, padahal mereka telah melampaui batas. Allah bukan hanya mengampuni, tetapi juga mencintai para pentaubat: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat” (QS. Al-Baqarah: 222).
Maka mulailah hari ini: berhenti dari dosa, menyesalinya, bertekad tidak mengulanginya, dan mengembalikan hak orang yang pernah kita zalimi. Perbanyaklah istighfar.
Jamaah sekalian, jangan tertipu oleh setan. Ia membisikkan, “Tunda saja tobatmu,” lalu setelah dosa menumpuk, ia berbisik lagi, “Sudah terlambat, tak akan diampuni.” Keduanya adalah tipu daya. Pintu tobat terbuka selama nyawa belum sampai di kerongkongan.
Renungkanlah, jika Allah masih memanggil kita “hamba-Ku”, mengapa kita memilih putus asa?
Ya Allah, ampunilah dosa kami, terimalah tobat kami, dan wafatkan kami dalam husnul khatimah. Aamiin.
Masjid Al Umm Pesantren Raudhatul Jannah
Khutbah Jum’at oleh Syauqi Musyaffa Idris
21 Rabiul Akhir 1448 H / 2 Oktober 2026 M